Kapuasinsight.com, MADIUN — Ratusan warga memadati halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Mutathowi’in atau Pondok Ngujur di Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (17/9/2026) pagi.
Warga terlihat antusias berbelanja kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih murah hingga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Warga yang datang bisa mengikuti cek kesehatan gratis, pemeriksaan kesehatan gigi, pemeriksaan kesehatan mata, hingga donor darah.
Puluhan orang terlihat antre untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata. Satu per satu warga menjalani pemeriksaan mata dengan berbagai alat yang sudah disediakan panitia. Bagi siswa yang mengalami gangguan penglihatan juga disediakan kecamata gratis.
Berbagai kegiatan itu menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Haul ke-26 Almaghfurlah KH Ali Rahmat yang merupakan pendiri Ponpes Tarbiyatul Mutathowi’in.
Sekretaris Panitia Haul ke-24 KH Ali Rahmat, Hayyik Ali Muntaha Mansur, mengatakan kegiatan bakti sosial (baksos) ini merupakan wujud komitmen pesantren dalam meneruskan nilai-nilai pengabdian dan kepedulian sosial yang diajarkan oleh almarhum KH Ali Rahmat.
“Bakti sosial dan pasar murah ini menjadi salah satu agenda penting dari seluruh rangkaian Haul ke-26 KH Ali Rahmat. Kami ingin momentum haul pendiri pondok tidak hanya diisi dengan peringatan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata dan merangkul masyarakat luas,” ujar Hayyik di sela-sela kegiatan, Kamis (17/9/2026).
Dia menuturkan selain pemeriksaan kesehatan dan pasar murah, panitia juga menyiapkan serangkaian agenda keagamaan dan keakraban alumni yang berlangsung selama peringatan haul.
“Rangkaian acara Haul ke-26 ini meliputi Khotmil Qur’an, ziarah makam, tahlil dan kirim doa bersama masyarakat sekitar, serta sarasehan alumni. Adapun puncak acara akan diisi dengan Pengajian Umum yang menghadirkan KH. Mahyan Ahmad dari Jawa Tengah pada Jumat malam, 18 September 2026,” paparnya.
Pelaksanaan baksos kali ini mencatatkan antusiasme yang sangat tinggi dari warga sekitar. Ratusan orang tercatat menjadi penerima manfaat dalam berbagai stan pelayanan yang disediakan panitia.
Berdasarkan data panitia, layanan Pemeriksaan Kesehatan Umum dari Dinkes Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 84 penerima manfaat. Warga mendapatkan pemeriksaan lengkap mulai dari cek gula darah, kolesterol, tekanan darah (tensi), hingga konsultasi kesehatan.
Stan Pemeriksaan Kesehatan Mata dari I-SEE Paramitra dan MyOptic menjadi yang paling banyak diminati dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 100 orang. Dari hasil pemeriksaan tersebut, puluhan warga, terutama usia pelajar dengan gangguan mata, mendapatkan kacamata secara gratis.
Sementara itu, pada stan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Madiun, sebanyak 60 warga mendapatkan pemeriksaan kondisi gigi sekaligus paket sikat dan pasta gigi gratis.
Sedangkan untuk aksi donor darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Madiun, puluhan warga mendaftarkan diri, di mana sebanyak 6 pendonor dinyatakan lolos kualifikasi medis dan berhasil diambil darahnya untuk disumbangkan.
Pasar Murah Bersubsidi Diserbu Warga
Tak kalah ramai, program Pasar Murah Bersubsidi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (DisperindagKopUKM) Kabupaten Madiun yang menyediakan hingga 500 paket sembako juga langsung diserbu pembeli hingga ludes.
“Panitia menyediakan 500 paket sembako murah. Respons warga sangat cepat, khususnya untuk bahan pokok seperti minyak goreng dan telur yang ludes terjual dalam waktu singkat. Saat ini stok yang tersisa tinggal beras, gula, serta bawang putih dan bawang merah,” jelas Hayyik.
Koordinator Wilayah Program I-SEE Kabupaten Madiun, Muhammad Sulaiman, mengatakan untuk kegiatan baksos di Pondok Ngujur ini ada sebanyak 125 orang yang mengikuti pemeriksaan mata. Dari jumlah itu, ada sekitar 60 pelajar yang memeriksakan matanya.
“Kami di sini juga menyediakan kacamata gratis untuk lima pelajar. Sedangkan untuk kacamata baca gratis, kami menyediakan 35 unit,” ujar dia.
Sulaiman mengatakan dari puluhan pelajar yang diperiksa, ada beberapa anak yang matanya minus. Setelah mengetahui kondisi kesehatan matanya, para pelajar itu mendapatkan bantuan kacamata gratis.
Leave a Reply