Cegah Aksi Tak Senonoh, Warga Usulkan Pemasangan 6 CCTV di Edupark Gemolong

Cegah Aksi Tak Senonoh, Warga Usulkan Pemasangan 6 CCTV di Edupark Gemolong
Tim gabungan memasang MMT imbauan pencegahan aksi senonoh di Taman Edupark Gemolong, Sragen, Rabu (16/9/2026)

Kapuasinsight.com, SRAGEN — Camat Gemolong, Nugroho Dwi Wibowo, menggelar rapat bersama petugas Taman Edupark Gemolong dan perangkat Kelurahan Gemolong, serta para ketua RT di lingkungan taman untuk mengantisipasi supaya aksi tak senonoh tidak terulang lagi, Rabu (16/9/2026). Dalam rapat tersebut muncul usulan warga tentang perlu ada pemasangan kamera close circuit television (CCTV) di lokasi taman.

Nugroho Dwi Wibowo, kepada Espos, Rabu siang, mengungkapkan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gemolong melakukan langkah antisipatif untuk pencegahan tindakan tidak senonoh di Taman Edupark Gemolong. Bowo, sapaannya, mencatat dan melaporkan hasil koordinasi Muspika bersama stakeholders kepada pimpinan.

“Salah satu langkah aplikatif di lapangan dengan memasang MMT imbauan di wilayah Taman Edupark Gemolong sebagai bentuk kepedulian. Untuk langkah selanjutnya, kami akan komunikasikan ke Disperkimtaru [Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Perumahan, Pertanahan, dan Tata Ruang],” jelas dia.

Dia mengakui Muspika Gemolong dan pemangku kepentingan di Gemolong belum bisa memutuskan, termasuk usulan pemasangan kamera CCTV. Dia menyatakan pemasangan kamera CCTV diperlukan supaya semua aktivitas di Taman Edupark terpantau.

“Informasi dari warga, ternyata petugas jaga hanya optimal mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Setelah pukul 15.00 WIB tidak ada pengawasan lagi. Usulan itu dari warga di lima RT yang ada di seputaran taman. Usulannya minimal ada enam kamera CCTV,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Disperkimtaru Sragen, Aris Wahyudi, mengungkapkan usulan pengadaan CCTV untuk Taman Edupark Gemolong sangat memungkinkan tetapi harus mengalokasikan anggaran dulu. Dia menyampaikan usulan anggaran pengadaan kamera CCTV paling cepat diusulkan pada APBD Perubahan 2027 mendatang.

“Selama ini, kami baru pada langkah penambahan lampu penerangan di tempat-tempat yang gelap supaya tidak dimanfaatkan untuk aksi pacaran dan seterusnya. Selain itu, kami juga memperketat pengawasan dan diupayakan adanya jam malam maksimal pukul 22.00 WIB harus steril,” jelas dia.

Dia menerima semua masukan terkait pengelolaan Taman Edupark Gemolong, termasuk informasi kurang optimalnya pengawasan setelah pukul 15.00 WIB. Dia menyampaikan ada empat orang penjaga yang bertugas dengan sistem tiga sif.  

Leave a Reply