Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Dimulai di 17 Kabupaten dan Kota

Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Dimulai di 17 Kabupaten dan Kota
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari. ANTARA/Fathur Rochman

Kapuasinsight.com, JAKARTA — Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) resmi mulai diterapkan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027. Program yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan di daerah sekaligus memperluas akses terhadap sekolah bermutu.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan hingga kini baru sekitar 4% kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian mutu pendidikan yang baik. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah menghadirkan SNT sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan.

“Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT. SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan,” ujar Qodari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

SNT Diterapkan di 17 Daerah

Pada tahap awal, SNT diselenggarakan di 17 kabupaten/kota yang tersebar di 13 provinsi, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Qodari menjelaskan penerimaan peserta didik baru dibuka untuk calon murid kelas VII SMP dan kelas X SMA.

“Pada tahap awal, pembelajaran menggunakan lokasi yang telah disiapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sementara pembangunan kampus permanen terus berlangsung. Pendaftaran diprioritaskan bagi calon murid dari kabupaten atau kota tempat SNT berada,” tuturnya.

Program SNT dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, serta kemitraan dengan sekolah-sekolah di sekitarnya.

Dalam proses pembelajaran, SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan. Peserta didik mengikuti kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang dipadukan dengan seni dan olahraga.

Selain itu, siswa juga memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan karakter, minat, bakat, dan potensi diri.

Qodari menegaskan SNT menjadi pelengkap berbagai program pendidikan yang telah dijalankan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

“Masing-masing memiliki sasaran dan pendekatan yang berbeda, tapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara optimal,” demikian Muhammad Qodari.

Leave a Reply