Kapuasinsight.com, SRAGEN — Belakangan banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkena suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN) gara-gara instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak sesuai standar. Menyikapi hal itu, SPPG Waseso Segoro di Sragen mengembangkan sistem IPAL perkotaan yang sederhana dengan menggunakan dua jenis bakteri pengurai, yaitu anaerob dan aerob.
Bakteri anaerob merupakan bakteri atau mikroorganisme yang dapat tumbuh dan berkembang biak tanpa membutuhkan oksigen. Sedangkan bakteri aerob adalah kelompok bakteri yang mutlak membutuhkan oksigen bebas untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan proses metabolismenya.
Sistem IPAL di SPPG yang terletak di Kampung Jetis, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, itu menggunakan lima sistem pengolahan sehingga limbah cari dari dapur SPPG dalam diolah menjadi air yang jernih dan tidak berbau sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.
PIC Sragen Kilon 6 atau SPPG Waseso Segoro Sragen, Martha Ferry Yanwar, saat berbincang dengan Espos, Jumat (19/6/2026), mengungkapkan limbah dari dapur SPPG ditampung kemudian disaring menggunakan material penyaring alami.
Dia melanjutkan dari hasil saringan, air diproses dengan menggunakan bakteri anaerob. Lalu air dari pengolahan bakteri anaerob dialirkan ke bak yang diberi bakteri aerob. Pada bak ini, kata dia, air sudah terlihat jernih.
“Hasil pengolahan air dengan bakteri aerob ditampung pada bak. Sebelum dibuang ke selokan, jelas dia, air difilter ulang sehingga air yang keluar ke selokan benar-benar air yang jernih dan tidak berbau,” ujar Ferry, sapaan akrabnya.
Ferry melanjutkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen sudah mengecek langsung sistem IPAL di SPPG ini dan dinyatakan termasuk dalam IPAL yang baik. Dia berharap sistem IPAL di SPPG yang dikelolanya bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya. Dia menyampaikan sistem IPAL ini disiapkan untuk penyediaan makan bergizi gratis (MBG) di atas 1.000 porsi.
Ferry menyampaikan SPPG Waseso Segoro baru operasional sekitar dua pekan terakhir. Dia mengatakan nama Waseso Segoro dengan tujuan agar wasis seluas lautan. Dia menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, SPPG menggandeng para pedagang di Pasar Bunder Sragen. Dia menyatakan tidak ada monopoli pihak tertentu dalam pemenuhan bahan baku.

Leave a Reply