Kapuasinsight.com, SRAGEN — Sebanyak 1.647 calon pesilat akan mengikuti prosesi pengesahan sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun di Padepokan Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, pada momentum Sura, tepatnya Jumat-Sabtu (19-20/6/2026) mendatang. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengimbau kepada calon pendekar menunjukkan jiwa empati yang besar kepada warga lain.
Wiro Anom PSHT Pusat Madiun Cabang Sragen, Heru Agus Santoso, kepada Espos, Minggu (14/6/2026), mengungkapkan ada sebanyak 1.647 calon warga baru PSHT Pusat Madiun (P-17) yang akan mengikuti pengesahan pada 19-20 Juni 2026 mendatang.
Dia mengatakan pengesahannya dibagi dua untuk dua hari tersebut. Dia mengungkapkan pengesahan warga baru dipusatkan di Padepokan Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Dia menerangkan sebelum pengesahan sudah dilakukan tes jago pada Sabtu (13/6/2026) lalu.
Heru yang juga Ketua Forum Komunikasi Perguruan Pencaksilat Sragen (FKPPS) mengimbau kepada seluruh perguruan yang mengadakan kegiatan selama Sura agar bisa selalu menjaga guyup-rukun, jaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dan melakukan silaturahmi ke perguruan-perguruan untuk menjalin persaudaraan. Dia mengatakan FKPPS juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk upaya antisipasi atas rengakaian kegiatan tersebut.
Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Sragen, Sunanto, juga membenarkan bahwa pelaksanaan pengesahan warga baru berlangsung selama dua hari di Padepokan Patihan Sidoharjo, Sragen.
Sementara Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengimbau kepada para pesilat dan calon pesilat untuk dapat melaksanakan kegiatannya dengan baik dan bertanggung jawab. Kapolres meminta mereka memprioritaskan keamanan, kepentingan, dan keselamatan orang lain dan umum daripada kepentingan kelompok.
Dia meminta agar para pesilat menunjukkan jati diri sebagai petarung sejati yang memiliki jiwa empati besar terhadap sesama. Dia berpendapat para leluhur-leluhurnya dulu juga menyampaikan pesan-pesan yang mengandung nilai-nilai moral tentang kebajikan dan kebaikan.
“Jadi kedepankan segala sesuatu dengan rasa atau dengan hati, bukan dengan emosi, bukan arogansi, dan bukan anarkhis. Kalau melakukan Tindakan tersebut sudah menyalahi nilai-nilai yang diajarkan leluhurnya. Saat rombongan menuju ke padepokan, supaya tidak menggunakan knalpot brong, tidak perlu membawa petasan, dan atribut-atribut yang membahayakan, terutama jangan membawa senjata tajam, jangan mengonsumsi miras,” imbau Kapolres.
Kapolres sudah melakukan mitigasi melalui jajaran kepolisian terkait penggunaan miras dan benda-benda lain yang dapat membahayakan orang lain. Dia mengatakan pergerakan rombongan pesilat ini dari tingkat rayon, ranting, menuju padepokan. Pihaknya sudah mengerahkan anggota di Polsek-Polsek untuk terus bekerja dalam pengamanan dan imbauan kepada mereka supaya kesepakatan deklarasi bersama ditaati.
Dewiana juga mengimbau kepada warga masyarakat supaya tidak perlu waswas atau ketakutan karena pegesahan pesilat baru merupakan agenda tahunan di Sragen. Dia meminta masyarakat menyikapi dengan wajar dan percayakan pengamannya kepada jajaran kepolisian dan instansi terkait lainnya, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.
“Kami akan berupaya untuk memberikan pelayanan pengamanan yang terbaik bagi masyarakat supaya kegiatan ini juga tidak menimbulkan permasalahan Kamtibmas untuk masyarakat umum lainnya. Masyarakat diminta usahakan kalau tidak penting-penting banget di 19, 20, 21 Juni 2026 terutama malam hari enggak usah ke mana-mana lah. Kami tidak ingin kegiatan kelompok ini menimbulkan dampak kerugian bagi masyarakat umum. Intinya sama-sama saling mengerti dan menghargai, tepa slira, dan seteusnya,” ujar dia.

Leave a Reply