Bupati Karanganyar Minta Grojogan Sewu Dikelola Pemkab, Ingin Kembali Jaya

Bupati Karanganyar Minta Grojogan Sewu Dikelola Pemkab, Ingin Kembali Jaya
Objek wisata Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar. (dok)

Kapuasinsight.com, KARANGANYAR — Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengusulkan agar pengelolaan objek wisata Grojogan Sewu Tawangmangu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Langkah itu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi wisata sekaligus mengembalikan kejayaan destinasi ikonik tersebut.

Usulan tersebut disampaikan Rober dalam Forum Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 yang digelar di Pendopo Gedhe Boyolali, Selasa (2/6/2026).

Di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kepala daerah se-Jawa Tengah, Rober menilai pengelolaan Grojogan Sewu selama ini belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga diperlukan langkah baru untuk meningkatkan daya tarik wisata tersebut.

“Karanganyar itu Tawangmangu. Terkenalnya lagi apa? Grojogan Sewu. Masyarakat tahunya Grojogan Sewu itu dikelola pemerintah daerah. Padahal yang mengelola PT Duta. Kami anggap pengelolaannya kurang serius. Maka kami berinisiatif meminta dorongan dan bantuan supaya nanti Grojogan Sewu bisa kami kelola oleh Pemda Kabupaten Karanganyar,” kata Rober.

Menurut dia, apabila pengelolaan diserahkan kepada pemerintah daerah, Pemkab Karanganyar akan lebih leluasa melakukan inovasi dan pengembangan destinasi wisata guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Selain mengusulkan pengelolaan Grojogan Sewu, Rober juga meminta perhatian Pemprov Jateng terhadap sejumlah ruas jalan provinsi yang banyak dikeluhkan masyarakat, di antaranya jalur Karanganyar-Jatipuro, Ngrompol-Kerjo, Kerjo-Karanganyar, hingga Colomadu.

Dalam forum tersebut, Pemkab Karanganyar juga mengusulkan pengembangan kawasan industri dan pergudangan di Kecamatan Gondangrejo, Jaten, Kebakkramat, dan Colomadu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan usulan pengelolaan Grojogan Sewu telah mendapatkan respons positif dari Pemprov Jawa Tengah.

Menurut dia, pemerintah provinsi bahkan telah memberikan sinyal awal dengan menugaskan organisasi perangkat daerah terkait untuk melakukan kajian.

“Kalau Pemprov mau mengoptimalkan sendiri dan nanti dampaknya juga meningkatkan PAD, ya tidak masalah. Tetapi kalau memang belum masuk grand design optimalisasi aset milik provinsi dan diperbolehkan diserahkan kepada Pemkab untuk dikelola, tentu kami siap,” kata Kurniadi.

Dia menjelaskan salah satu alasan utama usulan tersebut adalah menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Karanganyar dalam beberapa tahun terakhir.

Pemkab Karanganyar menilai diperlukan berbagai inovasi, mulai dari penataan area parkir yang lebih representatif, peningkatan fasilitas penunjang wisata, hingga penambahan atraksi dan wahana baru agar wisatawan kembali tertarik berkunjung.

Grojogan Sewu sendiri merupakan salah satu ikon wisata alam paling terkenal di Karanganyar. Air terjun setinggi sekitar 81 meter di kawasan lereng Gunung Lawu itu selama puluhan tahun menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai daerah.

Leave a Reply