Kisah Bripka Bayu, Polisi Karanganyar Nyaris Celaka Kejar Kurir Narkoba

Kisah Bripka Bayu, Polisi Karanganyar Nyaris Celaka Kejar Kurir Narkoba
Bripka I Gede Bayu Perdana saat bertugas Tim Cartenz di Papua pada tahun 2022.

Kapuasinsight.com, KARANGANYAR — Tugas sebagai anggota kepolisian tidak hanya berkutat pada penegakan hukum, tetapi juga kerap menjadi pertaruhan nyawa di lapangan. Di balik seragam dinas, risiko besar selalu mengintai dalam setiap operasi.

Kisah itu pernah dialami langsung Brigadir Kepala (Bripka) I Gede Bayu Perdana, anggota Polri yang nyaris kehilangan nyawa saat mengejar pelaku peredaran narkoba pada awal 2017.

Bayu, yang mulai berdinas sebagai anggota Polri sejak 2010, masih mengingat jelas peristiwa tersebut. Saat itu, ia bertugas di wilayah Kebumen dan terlibat dalam operasi pemberantasan narkoba.

“Jadi waktu itu saya terlibat operasi pemberantasan narkoba digelar di wilayah Gombong, Kabupaten Kebumen. Sekitar pukul 00.00 WIB, saya menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan transaksi narkoba di daerah Wero,” ujar Bayu saat berbincang dengan Espos, Selasa (28/4/2026).

Usai menerima informasi, ia bergerak melakukan pengecekan di lapangan. Setelah memastikan target berada di sebuah kafe, Bayu melakukan pembuntutan terhadap seorang terduga pelaku. Namun situasi berubah cepat ketika pelaku menyadari dirinya diikuti. Kendaraan tersangka langsung melaju kencang meninggalkan lokasi.

“Saat itu tersangka kabur ke arah timur, saya lakukan pengejaran karena diduga kuat membawa barang bukti narkoba,” ujarnya.

Kejar-kejaran Berujung Kecelakaan Keras

Ia dan pelaku terlibat aksi kejar-kejaran di jalan raya pada malam hari dengan visibilitas terbatas. Dalam situasi itu, Bayu tetap berusaha mempertahankan jarak sambil mengikuti pergerakan pelaku.

Pelarian semakin berbahaya ketika kendaraan tersangka melaju ugal-ugalan dan menyalip truk di depannya. Meski penuh risiko, Bayu tetap melanjutkan pengejaran.

Namun nasib berkata lain. Saat berada di jalur utama yang juga dilalui kendaraan dari arah berlawanan, ruang gerak menjadi sempit. Situasi tidak dapat dikendalikan hingga terjadi tabrakan keras.

“Saya tidak bisa menghindar, akhirnya terjadi tabrakan dengan kendaraan dari arah depan,” tuturnya.

Benturan keras membuat Bayu terpental dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Ia kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Akibat kecelakaan tersebut, Bayu mengalami koma selama hampir satu minggu dalam kondisi kritis.

Perjalanan Pulih dan Tugas Baru di Karanganyar

Karena kejadian itu terjadi saat menjalankan tugas kedinasan, pimpinan Polres Kebumen saat itu memberikan perhatian khusus. Setelah kondisinya berangsur membaik, ia juga menerima penghargaan atas dedikasi dan keberaniannya dalam bertugas.

Beberapa bulan setelah masa pemulihan, Bayu kemudian mendapat penugasan baru dan dipindahkan ke Polres Karanganyar pada tahun 2017. Penugasan ini menjadi awal perjalanan karier barunya di wilayah tersebut.

Di Karanganyar, ia sempat bertugas di Polsek Tasikmadu sebelum bergeser ke bagian Humas Polres Karanganyar. Dari sini, perannya berkembang tidak hanya di bidang operasional, tetapi juga komunikasi publik kepolisian.

Selain bertugas di lapangan, Bayu juga pernah dilibatkan dalam operasi skala nasional. Ia terpilih bergabung dalam Tim Carter (Operasi Damai Cartenz), satuan tugas kepolisian di Papua dalam rangka penegakan hukum dan pemulihan keamanan di wilayah rawan konflik pada 2022.

Sebelumnya, ia tercatat aktif di bidang reserse narkoba selama bertahun-tahun dengan rekam jejak yang bersih. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penugasan lanjutan di level yang lebih tinggi.

Meski pernah mengalami insiden nyaris merenggut nyawa, Bayu menegaskan bahwa tugas sebagai anggota reserse narkoba selalu diiringi komitmen menjaga integritas. Selama bertugas di Satresnarkoba Polres Kebumen 2011–2017, ia menyampaikan tidak pernah memiliki catatan penyalahgunaan narkoba maupun pelanggaran disiplin terkait.

Peristiwa kecelakaan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berat dalam hidupnya. Ia sempat kehilangan kesadaran selama hampir satu minggu akibat luka serius yang diderita.

“Risiko itu selalu ada dalam tugas, tapi itu bagian dari pengabdian,” ujarnya.

Kini Aktif Lawan Hoaks di Ruang Digital

Kini, Bayu aktif dalam kegiatan kehumasan dan komunikasi publik kepolisian, termasuk keterlibatannya dalam edukasi masyarakat dan upaya melawan hoaks di ruang digital. Ia juga menjadi relawan anti-hoaks di Karanganyar.

Kisahnya menjadi gambaran nyata besarnya risiko yang dihadapi aparat dalam pemberantasan narkoba di lapangan.

Leave a Reply