Anak Pemulung Boyolali Bisa Sekolah Gratis lewat Program Sekolah Rakyat

Anak Pemulung Boyolali Bisa Sekolah Gratis lewat Program Sekolah Rakyat
Sarjo (50), seorang pemulung di Boyolali, merasa bahagia setelah anaknya yang sempat putus sekolah kini dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sragen, Jawa Tengah. (Istimewa)

Kapuasinsight.com, BOYOLALI — Kebahagiaan dirasakan Sarjo (50), seorang pemulung di Boyolali, setelah anaknya yang sempat putus sekolah kini dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Jawa Tengah.

Sehari-hari, Sarjo menggantungkan hidup dari memulung barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan kertas, serta berjualan pakaian bekas secara keliling. Penghasilannya yang tidak menentu membuatnya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup lima anaknya.

Keterbatasan ekonomi bahkan sempat membuat salah satu anaknya, Syifa, terpaksa berhenti sekolah selama satu tahun.

Harapan kembali muncul ketika Sarjo dikenalkan pada program Sekolah Rakyat oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini merupakan inisiatif pemerintah yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial.

“Alhamdulillah ada pendamping PKH yang menawarkan program baru dari Pak Prabowo. Jadi anak saya bisa sekolah lagi,” ujar Sarjo saat ditemui di rumahnya di Desa Mriyan, Taman Sari, Boyolali, Selasa (21/4/2026).

Bagi Sarjo, kembalinya sang anak ke bangku sekolah bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga tentang menghidupkan kembali harapan dan cita-cita yang sempat tertunda.

“Kalau pengennya sih mau jadi dokter, kata anaknya begitu. Kalau saya yang penting sekolah dulu. Saya mendukung saja,” ungkapnya.

Sarjo mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan dalam program tersebut. Seluruh kebutuhan pendidikan anaknya, mulai dari tempat tinggal, perlengkapan belajar, hingga konsumsi, ditanggung sepenuhnya.

Hal itu membuatnya tidak lagi terbebani biaya pendidikan.

“Semua sudah lengkap, saya tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Saya hanya bisa mendoakan anak saya,” katanya.

Dengan penuh rasa syukur, Sarjo menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kesempatan yang diberikan kepada anaknya untuk kembali menata masa depan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Menteri Sosial yang sudah membantu keluarga saya,” pungkasnya.

Leave a Reply